Oleh : Mirna Amirya
(Publikasi pada : Proceeding Seminar Nasional
Akuntansi - Bisnis (SNAB) 2012, 27 Maret 2012, ISSN : 2252-3936)
ABSTRACT
This
paper describes the value added of corporate social responsibility
(CSR) and intellectual capital (IC) viewed from the perspective of four
value assessment. Four value assessment consists of economic
performance, the value of reputation, parenting advantage, and spiritual
values. The idea of CSR and IC stressed that the activities of the
company not only economic activity, namely to create profits for
business continuity, but also related to its responsibilities of social,
environmental, spiritual, and intangible assets. This paper was
conducted within the framework of literature study. Analysis and
interpretation the value added of CSR and IC is done through the
perspective of four value assessment. The results showed that based on
the perspective of four value assessment, value-added of economic
performance using the formula Economic Value Added (EVA) for CSR and
Value Added Intellectual Capital (VAIC) for IC, the value of reputation
using share prices and reputation quotient, parenting advantage using
the company's strategy, and spiritual values using zakat value.
Keywords: value added, corporate social responsibility, four value
assessment, intellectual capital
PENDAHULUAN
Informasi
yang sering muncul saat ini adalah informasi tentang tanggung jawab
sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dan
Intellectual Capital (IC). Wacana tersebut muncul dilandasi pemikiran
bahwa CSR terkait dengan keberadaan perusahaan yang tidak terlepas dari
lingkungannya. Sedangkan pemikiran IC dipandang sebagai bagian integral
dari perusahaan dalam proses penciptaan nilai (value creation) dan
mempertahankan keunggulan kompetitif perusahaan (Bollen et al., 2005).
Pada intinya, setiap tindakan yang diambil perusahaan berdampak nyata
terhadap nilai perusahaan. Gagasan CSR dan IC menekankan bahwa kegiatan
perusahaan bukan sekedar kegiatan ekonomi semata, yaitu menciptakan laba
demi kelangsungan usaha, melainkan juga terkait tanggungjawabnya
terhadap sosial dan lingkungan serta aset tidak berwujud perusahaan
(sumber daya manusia, inovasi, pelanggan, maupun teknologi). Dasar
pemikirannya adalah bahwa pemaksimalan laba tidak secara universal lagi
diterima (Gray et al., 1995) serta menggantungkan semata-mata pada
kesehatan finansial tidak menjamin perusahaan akan tumbuh secara
berkelanjutan (Yuliana et al., 2008). Corporate Social Responsibility
digambarkan sebagai ketersediaan informasi keuangan dan non-keuangan
berkaitan dengan interaksi organisasi dengan lingkungan fisik dan
sosialnya, yang dapat dibuat dalam laporan tahunan perusahaan atau
laporan sosial terpisah (Yuliana et al., 2008). Corporate Social
Responsibility merupakan kewajiban setiap organisasi bisnis atau
perusahaan untuk
. ...
(baca_selengkapnya)
Artikel
lengkap dikompilasi oleh/hubungi :
-------------------------------
Butuh
Artikel/Jurnal Lainnya ?, click di :
Kami memiliki beberapa
Artikel/Jurnal tentang :
E:\K A N A I D I\Data\My Docu\aKEN\PENELITIAN\Call Paper\SNAB 2012_UTAMA\8. Akuntansi Sosial dan Lingkungan_ISSN 2252-3936