Cara Mudah BISNIS ONLINE

Minggu, 09 Desember 2012

Pengaruh Corporate Social Responsibility Disclosure, Kepemilikan Manajemen, Dan Kepemilikan Institusional Terhadap Nilai Perusahaan

 oleh : Dwi Sonya Martatilova
(Publikasi pada : Proceeding Seminar Nasional Akuntansi - Bisnis (SNAB) 2012, 27 Maret 2012, ISSN : 2252-3936)

ABSTRACT 
This study aimed to investigate the influence of Corporate Social Responsibility Disclosure, management ownership, and institutional ownership to firm value. CSR in this study as proxy for the Corporate Social Responsibility Index (CSRI). Management ownership and institutional ownership as proxy for the percentage of ownership share to total outstanding shares. Firm value as proxy for the value of Tobin’s Q. Collecting data using a purposive sampling method for non-financial companies listed in Indonesia Stock Exchange in 2008 until 2009. A total of 80 non-financial companies used as a sample. The method of analysis of this study used multiple regression. The results of this study indicate that the CSR variable has a positive effect on firm value. While management ownership and institutional ownership variables has no effect on firm value. Key Words: Firm value, Corporate Social Responsibility Disclosure, management ownership, and institutional ownership.

PENDAHULUAN 
Berkembangnya environmental issue menyebabkan para investor dan masyarakat menilai perusahaan tidak hanya dari sisi laba, namun juga melalui sisi kepedulian yang dilakukan suatu perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat yang kini dikenal dengan Corporate Social Responsibility (CSR). Jadi, kondisi keuangan saja tidak cukup menjamin nilai perusahaan tumbuh secara berkelanjutan (Narver, 1971; McWilliams dan Siegel, 2000). Hal ini didukung oleh pernyataan Eipstein dan Freedman (1994) dalam Permanasari (2010) bahwa keberlanjutan perusahaan (corporate sustainability) akan terjamin apabila perusahaan memerhatikan dimensi sosial dan lingkungan hidup. Survey Pricewaterhouse Coopers (PwC) terhadap 750 Chief Executive Officers menunjukkan bahwa peningkatan kepedulian untuk menerapkan CSR menempati ranking kedua dari tantangan-tantangan bisnis paling penting di Amerika Serikat pada tahun 2000 (Morimoto, Ash dan Hope, 2004). Dalam upaya mendorong penerapan CSR bagi perusahaan di Indonesia, pada tanggal 20 Juli 2007, disahkan Undang-Undang (UU) penerapan CSR yang dilaksanakan melalui Peraturan Pemerintah (PP). Ketentuan itu sudah ditetapkan dalam UU Perseroan Terbatas (PT), UU Investasi dan UU Minerba (Mineral dan Batubara). Menurut Kiroyan dalam Sayekti dan Wondabio (2007), perusahaan berharap dengan menerapkan Corporate Social Responsibility atau tanggung jawab sosial perusahaan akan memperoleh legitimasi sosial dan akan memaksimalkan ukuran keuangan untuk jangka waktu yang panjang. Dengan kata lain, perusahaan yang menerapkan CSR berharap akan direspons positif oleh para pelaku pasar seperti investor dan kreditur yang nantinya dapat . . . ... (baca_selengkapnya)


Artikel lengkap dikompilasi oleh/hubungi :
Kanaidi, SE., M.Si (Penulis, Peneliti, PeBisnis, Trainer dan Dosen Marketing Management).
e-mail ke : kana_ati@yahoo.com atau kanaidi@poltekpos.ac.id
HP. 08122353284
------------------------------- 
Butuh Artikel/Jurnal Lainnya ?, click di :
Kami memiliki beberapa Artikel/Jurnal tentang :
                                                   
“Peluang BISNIS ONLINE” secara Sederhana……MINAT?... coba lihat (click) dulu di http://formulabisnis.com/?id=ken_kanaidi
 
E:\K A N A I D I\Data\My Docu\aKEN\PENELITIAN\Call Paper\SNAB 2012_UTAMA\8. Akuntansi Sosial dan Lingkungan_ISSN 2252-3936

Nilai Tambah Corporate Social Responsibility Dan Intellectual Capital: Perspektif Four Value Assessment

Oleh : Mirna Amirya
(Publikasi pada : Proceeding Seminar Nasional Akuntansi - Bisnis (SNAB) 2012, 27 Maret 2012, ISSN : 2252-3936)

ABSTRACT 
This paper describes the value added of corporate social responsibility (CSR) and intellectual capital (IC) viewed from the perspective of four value assessment. Four value assessment consists of economic performance, the value of reputation, parenting advantage, and spiritual values. The idea of CSR and IC stressed that the activities of the company not only economic activity, namely to create profits for business continuity, but also related to its responsibilities of social, environmental, spiritual, and intangible assets. This paper was conducted within the framework of literature study. Analysis and interpretation the value added of CSR and IC is done through the perspective of four value assessment. The results showed that based on the perspective of four value assessment, value-added of economic performance using the formula Economic Value Added (EVA) for CSR and Value Added Intellectual Capital (VAIC) for IC, the value of reputation using share prices and reputation quotient, parenting advantage using the company's strategy, and spiritual values using zakat value. Keywords: value added, corporate social responsibility, four value assessment, intellectual capital

PENDAHULUAN 
Informasi yang sering muncul saat ini adalah informasi tentang tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dan Intellectual Capital (IC). Wacana tersebut muncul dilandasi pemikiran bahwa CSR terkait dengan keberadaan perusahaan yang tidak terlepas dari lingkungannya. Sedangkan pemikiran IC dipandang sebagai bagian integral dari perusahaan dalam proses penciptaan nilai (value creation) dan mempertahankan keunggulan kompetitif perusahaan (Bollen et al., 2005). Pada intinya, setiap tindakan yang diambil perusahaan berdampak nyata terhadap nilai perusahaan. Gagasan CSR dan IC menekankan bahwa kegiatan perusahaan bukan sekedar kegiatan ekonomi semata, yaitu menciptakan laba demi kelangsungan usaha, melainkan juga terkait tanggungjawabnya terhadap sosial dan lingkungan serta aset tidak berwujud perusahaan (sumber daya manusia, inovasi, pelanggan, maupun teknologi). Dasar pemikirannya adalah bahwa pemaksimalan laba tidak secara universal lagi diterima (Gray et al., 1995) serta menggantungkan semata-mata pada kesehatan finansial tidak menjamin perusahaan akan tumbuh secara berkelanjutan (Yuliana et al., 2008). Corporate Social Responsibility digambarkan sebagai ketersediaan informasi keuangan dan non-keuangan berkaitan dengan interaksi organisasi dengan lingkungan fisik dan sosialnya, yang dapat dibuat dalam laporan tahunan perusahaan atau laporan sosial terpisah (Yuliana et al., 2008). Corporate Social Responsibility merupakan kewajiban setiap organisasi bisnis atau perusahaan untuk . ... (baca_selengkapnya)

Artikel lengkap dikompilasi oleh/hubungi :
Kanaidi, SE., M.Si (Penulis, Peneliti, PeBisnis, Trainer dan Dosen Marketing Management).
e-mail ke : kana_ati@yahoo.com atau kanaidi@poltekpos.ac.id
HP. 08122353284
------------------------------- 
Butuh Artikel/Jurnal Lainnya ?, click di :
Kami memiliki beberapa Artikel/Jurnal tentang :
                                                   
“Peluang BISNIS ONLINE” secara Sederhana……MINAT?... coba lihat (click) dulu di http://formulabisnis.com/?id=ken_kanaidi
 
E:\K A N A I D I\Data\My Docu\aKEN\PENELITIAN\Call Paper\SNAB 2012_UTAMA\8. Akuntansi Sosial dan Lingkungan_ISSN 2252-3936